Minggu, 02 November 2014

Teori Organisasi Umum 1

           
Tugas Softskill 1

          Saya disini mendapatkan tugas untuk menganalisa artikel atau berita. Saya mengambil materi tentang Masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap kinerja DPR, salah satunya dikarenakan korupsi. Saya mengambil berita tersebut sumbernya dari kompas.com. Kenapa saya mengambil materi tersebut karena sekarang masyarakat sedang mensoroti kinerja dari DPR. DPR dipilih langsung oleh rakyat dengan cara pemilu dan masa jabatanya selama 5 tahun. DPR merupakan lembaga negara yang di akui oleh hukum. Secara teori organisasi menurut hendropuspito, menurut hendra suspito lembaga merupakan suatu bentuk organisasi yang secara tetap tersusun dari pola-pola kelakuan, peranan dan relasi sebagai cara yang mengikat guna tercapai kebutuhan kebutuhan social dasar. Jadi lembaga merupakan organisasi formal.

Permasalahan :
          Permasalahan  dari artikel diatas adalah masyakat sudah tak percaya lagi kepada DPR karena korupsi. Wakil ketua MPR Hajriyanto Y Thohari menyatakan, maraknya tindak pidana korupsi yang dilakukan anggota DPR adalah penyebab anjloknya kepercayaan masyarakat kepada wakil rakyat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada pertengahan bulan juni, baharudin mengatakan publik tidak percaya lagi kepada politik karena buruknya citra lembaga politik di mata masyarakat. Menurut saya hal itu bisa terjadi karena adanya keegoisan dari individu atau sekelompok orang yang ingin mengambil keuntungan sebanyak banyaknya, jika kita lihat sudah banyak anggota DPR yang masuk catatan merah oleh KPK dan juga sudah banyak anggota DPR yang masuk penjara karena terbukti mengelapkan uang negara. Itu terjadi karena adanya kesempatan, longgarnya pengawasan terhadap wakil rakyat ini lah yang menyebabkan banyaknya anggota DPR yang terkena kasus korupsi. Salah satu penyebab masalah dari banyak anggota DPR terkena kasus korupsi karena ringanya hukum yang menjerat para koruptor dan kita juga sudah mengetahui jika hukum di negara negara lain cukup berat, hukuman yang di terima oleh para koruptor yaitu penjara seumur hidup, dicopot jabatanya dan tidak diperbolehkan untuk bekerja di pemerintahan seumur hidup dan ada juga beberapa negara yang memberika hukuman mati terhadap para koruptor. 

Solusi :
         Solusi dari permasalahan diatas adalah memperkuat pengawasan terhadap anggota DPR. Memberikan hukuman yang berat terhadap para koruptor supaya koruptor jera dan tidak akan mengeulangi perbuatanya, dan yang pasti hukum harus ditegakan dan tidak boleh tumpul keatas tetapi tajam kebawah. selain itu menerapkan perhitungan kekayaan dan solusi ini sudah di mulai oleh KPK untuk mewaspadai rekening gelap yang berada pada anggota DPR. Solusi yang lain juga bisa diterapkan yaitu memberikan pelajaran tambahan tentang moral ,  kenegaraan dan agama terhadap siswa dan siswi, khususnya di pelajari dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas supaya menghindari adanya bibit bibit koruptor di jiwa siswa dan siswi


Sumber

Senin, 02 Juni 2014

Tugas IBD 3



Manusia dan Harapan
     A.   Pengertian Harapan
Pengertian harapan yaitu berasal dari kata harap yang artinya keinginan supaya sesuatu terjadi. Yang mempunyai harapan atau keinginan itu hati, putus harapan berarti putus asa. Sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan
Definisi harapan adalah keinginan yang belum terwujud. Setiap orang mempunyai harapan, tanpa harapan manusia tidak ada artinya sebagai manusia, manusia yang tak punya harapan berarti tak dapat diharapkan lagi
Menurut kodratnya dalam diri manusia ada dorongan, yakni dorongan kodrat dan dorongan hidup, dorongan kodrat ialah menangis, tertawa, berpikir, berkata, bercinta, mempunyai keturunan dan sebagainya
Menurut kebutuhan hidup ialah kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani adalah pangan, sandang dan papan sedangkan kebutuhan rohani meliputi kebahagiaan, kesejahteraan, kepuasan, hiburan dan sebagainya[1]
          
          B.   Macam – Macam Harapan 
Berdasarkan menurut dorongan kebutuhan kodrat dan menurut kebutuhan rohani dan jasmani, maka orang mengharapkan agar kebutuhan hidup itu dapat terpenuhi sehubungan dengan kebutuhan kebutuhan manusia itu. Maka harapan di bagi menjadi 5 macam yaitu

1.      Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival)
2.      Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)
3.      Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan di cintai (be living and love)
4.      Harapan memperoleh status atau diterima dan diakui di lingkungan
5.       Harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita cita (self actualization)[2]

          C.    Hubungan Harapan dengan Cita – Cita
Bila di bandingkan dengan cita –cita, maka harapan mengandung pengertian yang tidak terlalu muluk, sedangkan cita – cita pada umumnya setinggi tingginya. Persamaan antara harapan dan cita – cita adalah keduanya sama sama menyangkut masa depan karena belum terwujud pada umumnya dengan cita – cita dan harapan orang menginginkan hal yang baik atau meningkat ke depanya 


[1]  Dr. Soenardji, Manusia dan Harapan, IKIP Semarang press, 1990
[2] Drs. Suyadi, M.P., Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar, Depdikbud 1984, hal. 167 
http://www.gunadarma.ac.id 

Selasa, 29 April 2014

Ilmu Budaya Dasar

Wujud Kebudayaan dan Unsur Unsurnya


         A. Wujud Kebudayaan
 Prof. Dr. Koentjoroningrat menguraikan tentang wujud kebudayaan di bagi menjadi 3 macam, yaitu:
  1.    Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya 
  2.   Wujud kebuayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3.     Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia


             Wujud ketiga adalah yang disebut kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik karya manusia dalam masyarakat. Sifatnya sangat kongkrit berupa benda-benda yang bisa diraba, difoto dan di lihat. Wujud ketiga dalam wujud kebudayaan tersebut di dalam kehidupan masyarakat tidak terpisahkan satu dengan lainya. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan mengarahkan tindakan manusia baik gagasan , tidakan dan karya manusia, menghasilkan, menghasilkan benda benda kebudayaan secara fisik. Sebaliknya kebudayaan fisik membentuk lingkup hidup tertentu yang makin menjauhkan manusia dari lingkungan alamnya sehingga bisa mempengaruhi pola berpikir dan berbuatnya.[1]

             B. Unsur Kebudayaan
            Adapun unsur kebudayaan yang bersifat universal  yang dapat kita sebut sebagai isi pokok tiap kebudayaan di dunia ini yaitu :
  1.        Peralatan dan perlengkapan hidup manusia sehari hari, misalnya pakaian, perumahan, alat rumah tangga, dan sebagainya
  2.         Sistem mata pencarian dan sistem ekonomi, misalkan pertanian pertenakan dan lain lain
  3.     Sistem kemasyarakatan, misalnya kekerabatan, sistem perkawinan, sistem warisan dan lain lain
  4.     Bahan sebagai media komunikasi, baik lisan maupun tertulis
  5.     Ilmu pengetahuan
  6.     Kesenian, misalnya seni rupa, seni suara, seni gerak
  7.     Sistem religi[2] 


           
           













[1] Prof. Dr. Koentjoroningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Aksara Baru, Jakarta, hal 301-302.
[2] Prof. Dr. Koentjoroningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Ilmu Budaya Dasar, Jakarta, hal 218-219.

Kamis, 21 November 2013

Hubungan Antara Pemuda dan Sosialisasi



Hubungan Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda

Pemuda adalah generasi penerus dari generasi terdahulu. Anggapan itu merupakan beban moral yang ditanggung bagi pemuda untuk memenuhi tanggung jawab yang diberikan generasi tua. Selain memikul beban tersebut pemuda juga dihadapkan persoalan-persoalan diantaranya kenakalan remaja, ketidak patuhan pada orang tua/guru, kecanduan narkotika, frustasi, masa depan suram, keterbatasan lapangan kerja dan masalah lainnya. Seringkali pemuda dibenturkan dengan nilai yang telah ada jika mereka berkelakuan di luar nilai tersebut. Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengauh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.

Sosialisasi

Sosialisasi yaitu suatu proses penanaman kebiasaan, nilai-nilai, dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam kehidupan suatu masyarakat. Para sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan disebabkan dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu dalam menjalani kehidupannya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Sosialisasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Kedua proses tersebut berlangsung, baik dalam lingkungan tempat tinggal maupun tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu tertentu, bersama-sama menjalani hidup, dan diatur secara formal oleh suatu tata aturan yang disepakati bersama.

Sosialisasi meliputi:

a.       Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya.

b.      Sekolah
    Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal.

c.       Teman bermain (kelompok bermain)
    Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya.

d.      Media Massa
    Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.

e.       Lingkungan kerja
    Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.

Sosialisasi di bagi menjadi 2 yaitu :

1. Sosialisasi Primer

Sosiolog Peter L. Berger dan Luckman mengartikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap, ia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya. Dalam tahap ini, peran orang tua menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas dalam lingkup komunitas terkecil, yaitu keluarga dan orang tualah yang paling banyak mengontrol kondisi anak. Kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dan anggota keluarga terdekatnya. Orang tua akan menjadi potret dan cermin bagi anak dalam mengembangkan kepribadiannya.

Pola hubungan segitiga abadi yang dibangun, yakni ayah, ibu, dan anak-anak dalam sebuah keluarga akan memberikan andil besar terhadap proses pengembangan potensi dan nilai-nilai melekat dalam kepribadian anak.

2. Sosialisasi Sekunder

Selain berinterkasi dalam komunitas terkecil yakni keluarga, seorang anak juga melakukan proses komunikasi dengan lingkungan masyarakat, baik itu teman sepermainan, teman sekolah, maupun masyarakat umum. Di sanalah terjadi proses sosialisasi yang kedua yakni sosialisasi sekunder.

Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri atau kekhasan yang baru. Adapun dalam proses desosialisasi seseorang mengalami pencabutan atau pelepasan identitas diri lama yang sudah melekat dalam kepribadiannya.

Menurut para ahli

a.       .Koentjaraningrat
Sosialisasi adalah seluruh proses di mana seorang individu sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain yang hidup dalam masyarakat sekitarnya.

b.      Bruce J. Cohen
Sosialisasi adalah proses-proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitasnya agar berfungsi dengan baik sebagai individu maupun sebagai anggota.

c.       Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses sosial tempat seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan perilaku orang-orang di sekitarnya.

d.      Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.


Proses Sosialisasi

Menurut George Herbert Mead, sosialisasi yang dialami seseorang dapat dibedakan dalam tahap-tahap sebagai berikut.

v  Tahap persiapan (Preparatory Stage)

Tahap ini dialami manusia sejak dilahirkan, ketika seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Contoh: kata  makan yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita. Makna kata tersebut juga belum dipahami dengan tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan cara menghubungkannya dengan kenyataan yang dialaminya.

v  Tahap meniru (Play Stage)

Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tua, kakak, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan pertahanan diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai (Significant other).

v  Tahap siap bertindak (Game Stage)

Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubungannya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.

v  Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage)

Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.




Sumber :
Buku Sosiologi Kelas 1
http://riszaksari-female91.blogspot.com/2011/11/pengertian-pemuda.html?m=1
http://mbahkarno.blogspot.com/2013/03/pengertian-sosialisasi-dan-jenis.html?m=1

Selasa, 08 Oktober 2013

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan



Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan
Tugas Soft Skill

1.analisis oleh anda tentang pertumbuhan penduduk dunia!
2.bagaimana hubungan antara kebudaayan dan kependudukan ?
3.jelaskan 7 unsur kebudayaan dan bagaimana cara memelihara unsur tersebut!
4.bagaimana hubungan kebudayaan dan kepribadian masyarakat?
5.apa yang di maksud kebudayaan barat? bagaimana cara kita sebagai bangsa indonesia menyaring kebudayaan barat tersebut?

Menurut analisis saya tentang pertumbuhan penduduk dunia
Menurut analisis saya tentang pertumbuhan dunia yaitu sudah sangat berlebihan dari seharusnya karena dari data-data yang saya tahu kalau luas daratan semakin berkurang itu di karenakan kelebihan kapasitas atau kelebihan penduduk di dunia ini jika tidak di tanggulangi itu sangat berbahaya bagi dunia

Hubungan antara kebudaayan dan kependudukan
Secara umum kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu sistem pengetahuan, gagasan, ide, yang dimiliki oleh suatu kelompok manusia, yang berfungsi sebagai pengarah bagi mereka yang menjadi warga kelompok itu dalam bersikap dan bertingkah laku. Karena berfungsi sebagai pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku, maka pada dasarnya kebudayaan mempunyai kekuatan untuk memaksa pendukungnya untuk mematuhi segala pola acuan yang digariskan oleh kebudayaan itu. Dalam konteks Negara, kebudayaan merupakan sebuah penentu penting bagi kemampuan suatu Negara untuk makmur, oleh karena budaya membentuk pemikiran orang – orang mengenai resiko, penghargaan dan kesempatan. Sementara itu disisi lain, pembangunan pada dasarnya merupakan proses aktivitas yang bersifat kontinu dan terencana yang ditujukan untuk merubah dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi kearah yang lebih baik dan wajar dari waktu ke waktu

7 unsur kebudayaan dan bagaimana cara memelihara unsur tersebut
1)      Sistem kepercayaan atau agama.
Setiap masyarakat memiliki keyakinan terhadap hal-hal bersifat religi, bahkan pada masyarakat atheis (tidak percaya adanya Tuhan) sekali pun.
2)      Ilmu pengetahuan
Setiap masyarakat mempunyai sistem pengetahuan yang mungkin berbeda-beda pada setiap masyarakatnya.
3)      Sistem peralatan hidup dan teknologi
Setiap masyarakat juga memiliki pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, alat-alat produksi, senjata, dan sebagainya.
4)      Sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup
Dalam masyarakat selalu ada mata pencaharian atau sistem ekonomi, seperti pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya.
5)      Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial
Setiap masyarakat biasanya memiliki kemasyarakatan, di antaranya, sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, dan sistem pekawinan.
6)      Sistem bahasa
Masyarakat mana yang tidak memiliki bahasa? Tentunya tidak ada masyarakat yang tidak memiliki bahasa, baik bahasa lisan maupun tulisan.
7)      Kesenian
Setiap masyarakat mempunyai berbagai macam seni yang tentunya berbeda dengan masyarakat lainnya
Ketujuh hal ini, oleh Clyde Kluckhohn dalam bukunya yang berjudul Universal Catagories of Culture (dalam Gazalba, 1989: 10), disebut sebagai 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal (cultural universals).
Artinya, ketujuh unsur ini akan selalu kita temukan dalam setiap kebudayaan atau masyarakat di dunia. Unsur-unsur ini merupakan perwujudan usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan memelihara eksistensi diri dan kelompoknya.

Hubungan kebudayaan dan kepribadian masyarakat
Masyarakat adalah kumpulan manusia yang hidup dalam suatu daerah tertentu dalam waktu yang telah cukup lama dan mempunyai aturan-aturan yang mengatur mereka untuk menuju kepada satu tujuan yang sama.Sedangkan Manusia adalah sumber kebudayaan dan antara masyarakat dengan kebudayaan. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan. Hubungan Masyarakat Dengan kebudayaan,Masyarakat adalah kumpulan manusia yang hidup dalam suatu daerah tertentu dalam waktu yang telah cukup lama dan mempunyai aturan-aturan yang mengatur mereka untuk menuju kepada satu tujuan yang sama.Sedangkan Manusia adalah sumber kebudayaan dan antara masyarakat dengan kebudayaan. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan
Jadi hubungan antara masyarakat dan kebudayaan hubungan keduanya sangat berhubungan dan tak bisa di pisahkan Masyarakat terbentuk dari Manusia dan Manusia yang di dalam masyarakat tersebutlah yang menciptkan kebudayaan baik itu kebudayaan yang kongkret maupun abstrak

Pengertian kebudayaan barat dan cara kita sebagai bangsa Indonesia
menyaring kebudayaan barat tersebut
Kebudayaan Barat adalah sebuah kebudayaan yang dipromosikan lewat globalisasi. Sebuah kebudayaan yang ternyata bersifat kontradiktif antara unsur kebudayaan yang satu dengan yang lainnya
Budaya yang masuk ke negara kita harus yang sesuai dengan kepribadian bangsa jika tidak sesuai maka akan merusak kepribadian bangsa kita sendiri. Kita harus memfilter atau menyaring  budaya asing tersebut supaya kita tidak kehilangan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia

Sumber            :
  www.wikipedia.org
 www.Isnaenicandra.blogspot.com
 www.Anneahira.com/7-unsur-kebudayaan.htm